Skip to main content

Ceng-cengin


Kamu tau apa itu ceng-cengin? Ceng-cengin mungkin bisa diartikan seperti mengejek atau meledek. Ledekan-ledekan seperti ini merupakan candaan yang bisa dianggap wajar oleh sebagian orang dan menjadi sebuah tekanan mental bagi yang lainnya.

Jadi gimana sikapmu kalau kamu diceng-cengin? Sebagian mungkin akan merasa biasa aja dan ngecengin balik tapi sebagian gak bisa berbuat banyak dan hanya tersenyum saja. Jadi aku mau sedikit cerita terkait pengalamanku saat dicengin. Ngecengin supaya deket sama seseorang mungkin mengasikan, tapi pernah gak si kamu berada di posisi orang yang lagi diceng-cengin? Sebagian mungkin malah suka dan menikmatinya namun sebagian lain merasa malu dan tertekan walaupun sebenarnya suka juga sama orang itu.

Kali ini aku mau bahas dari sudut pandang orang yang gak suka menjadi spot light. Diceng-cengin sama orang yang disuka itu bahkan membuat ketakutan sendiri. Dampaknya akan membuat kita jadi canggung saat ketemu sama orang itu, apalagi kalo beneran ada rasa tapi terus-menerus diceng-cengin dan semakin diketahui banyak orang. Ceng-cengin seperti ini malah gak membantu untuk ngedeketin dua orang dan ngebuat dua orang itu jadi malah menjauh. 

Parahnya lagi ngecenginnya sama orang lain yang berbeda. Di saat dia sudah mencoba menjalin hubungan secara privat dengan orang diceng-cengin pertama dan malah diceng-cengin lagi dengan orang kedua. Maka hubungan dengan orang pertama pasti akan renggang. Karena orang pertama mungkin berpikir "Apa dia cuma main-main atau penasaran aja ngedeketinnya ya? atau "kok dia dicengin sama X juga, apa dia juga lagi deket sama X?" dsb.

Untuk temen-temenku biarkan saja mereka menjalin hubungan secara natural tanpa perlu diceng-cengin. Ceng-cengin itu bener-bener gak membantu buat orang yang gak suka menjadi spot light. Tipe orang itu beda-beda dan kita cukup tau aja dari karakternya. Jika ingin membantu mungkin hal yang bisa dilakukan cukup mengenalkannya dan mendukungnya lalu biarkan itu mengalir dengan sendirinya tanpa harus meledeknya. Mereka akan tau sendiri apa yang mesti dilakukan.

Orang tipe ini cenderung menjalin hubungan secara privat dan hanya sedikit mempulbikasikan kebersamaannya di media sosial. Jadi akan sedikit terpapar pengaruh dari luar. Hubungan secara privat (private relashionship) dan hubungan rahasia (secret relationship) itu beda ya.

Hubungan privat itu masih dapat berkonotasi positif. Di sini masing-masing dapat memberitahukan ke dunia luar dan terbatas, seperti hanya temen deket, keluarga. Hubungan privat masih aman dan kita bisa saling memberikan pengakuan bahwa kita sudah memiliki pasangan namun tanpa harus oversharing kegiatan bersama sehari-hari.

Beda lagi sama hubungan rahasia, hubungan ini bisa dibilang berkonotasi negatif karena hanya dia dan pasangan yang tau. Dan masing-masing dapat menaruh curiga seperti "jangan-jangan aku cuma selingkuhannya atau cuma cabangnya", "kok aku kayak gak diakui sama dia", "apa dia malu menjalin hubungan sama aku?" dan masih banyak lagi. Hubungan rahasia lebih baik dihindari karena kita gak tau apa maksud dan kemana arah hubungan itu dan bisa jadi toxic.

Sekarang udah tau kan, jadi udahlah kalian gak usah ikut-ikutan ceng-cengin orang. Lebih baik dukung dengan bicara mendalam empat mata atau dalam circle yang lebih kecil. Coba tanyai aja dan inget jangan ngeledek. Kalo dia terbuka maka berikan respon dan dukungan yang positif juga dan kalo dia tertutup udah gak usah paksa dia buat ngomong.

Orang-orang seperti itu tau harus curhat ke siapa, kalo belum terbuka sama kamu berati kamu belum jadi orang yang dipercaya buat nampung curhatannya. Kalo dia udah terbuka dan curhat sama kamu tapi kamunya ember, jangan harap lagi dia akan terbuka sama kamu.

Kesimpulan akhir, ceng-cengin itu merupakan ledekan yang bisa menyebabkan bahan ghibah dan fakta-fakta yang kabur. Jadi jangan diterus-terusin yaa. Sekian dan terima kasih.


Comments