DIAM!!!



Dilihat dari judulnya kamu akan berasumsi dan membaca tulisan itu dengan suara yang tinggi kan? Ini membuktikan tulisan bisa dibaca dengan berbagai nada tergantung cara kita menulis dan suasana hati kita saat membaca tulisan itu.

Tenang, aku bukan marah atau apapun itu. Aku mengidentifikasi diriku sebagai orang yang pendiam, dan orang lain pun menilai diriku begitu. Aku lebih bisa mengespresikan perasaanku lewat tulisan kayak gini. Aku hanya ingin tanya sama kalian. Kalian sadar atau nggak orang yang gak banyak omong (pendiam) itu kok sering dijadikan objek perundungan? Tahu kan apa itu perundungan? Kalo gak tau apa itu perundungan oke aku kasih tau.

Dalam KBBI daring perundungan berarti proses, cara, perbuatan merundung. Intinya Perundungan=Bullying. Dampak dari perundungan itu sebenernya sangat gak bagus buat kesehatan mental orang yang dirundung. Orang pendiam sering banget dijadikan objek perundungan karena karakternya yang tenang, diam dan terkesan gak akan ngelawan saat dirundung. Jadi seolah-olah si pelaku perundung ini menempatkan si pendiam sebagai ojek yang lemah dan dia merasa bisa mengontrolnya. Sialnya lagi pelaku perundungan ini nganggep ini hanya sekedar candaan aja dan bersembunyi dibalik kata "baperan amat si".

Sejatinya candaan itu penting buat ngilangin stress tapi juga ada batasnya, ketika kedua belah pihak masih merasa nyaman dan merasa senang itu merupakan candaan yang wajar. Tapi kalo udah sampe ada pihak yang tersakiti dan merasa dilecehkan itu udah masuk ke perundungan. Apalagi sampe masuk ke dark joke yang merupakan lelucon tingkat tinggi. Lelucon itu udah sangat sensitif dan hanya orang-orang yang sudah akrab yang bisa memakai candaan ini. Ingat! akrab ya, buka merasa akrab dan sok akrab. Dark joke pun ada etikanya apakah ini udah bisa dijadikan lelucon publik atau cukup untuk lelucon internal aja antara dua orang secara langsung.

Menurutku pertanyaan-pertanyaan yang bersifat privasi dan ditanyakan di depan publik (maksudku ditanyakan di depan banyak orang) itu juga termasuk perundungan. Pelaku perundungan ini mengharapkan jawaban dan dari jawaban itu akan dibuat lelucon dan diceritakan ke orang-orang. Kalo gak ngasih jawaban pelaku akan menyimpukan sendiri dan membuat pernyataan-pernyataan seperti "jangan-jangan...", "aku curiga kalo...", "pasti kamu..." dan lain-lain. Nah dari kesimpulan yang dia buat sendiri dan gak sesuai fakta itu dia juga ceritakan ke orang-orang. Hasilnya orang-orang akan terpengaruh oleh pemikiran dia kepada korban perundungan dan timbulah penggiringan opini terhadap korban perundungan. 

Bagi pendiam diam itu juga merupakan sikap. Jadi hati-hati dengan orang yang pendiam ya karena diam-diam mencintaimu hmm 😏, bukan, bukan itu maksudku. Kamu pernah dengar semboyannya Kopasus kan "Cepat Senyap Tepat Mematikan". Salah satunya senyap dan kamu pasti sulit untuk bisa menebak apa yang dipikirkan dan direncanakannya. Orang pendiam itu cenderung lebih tertutup dan juga akan milih-milih lawan bicara saat mereka akan curhat. Apakah orang ini "ember" atau gak gitu. Jujur aku itu susah buat percaya sama orang lain.

Diam itu emas, tapi gak selamanya juga harus diam. Aku diam bukan berarti aku tak memperhatikan. Aku juga mencoba untuk berani speak up saat ada kondisi yang gak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Menjadi orang pendiam itu melelahkan, seringkali dianggap sombong oleh orang-orang. Padahal gak seperti itu, hanya saja aku terlalu memikirkan dan bingung untuk memulai membuka obrolan dengan orang lain, terlebih itu orang yang belum dikenal. Untuk mengatasi itu agar gak dicap orang yang sombong, aku selalu tersenyum dan menyapa orang yang ditemui dengan memanggil Pak, Bu, Om, Tante, Mas, Mba, Kak, Dek dll gitu aja dengan singkat sampai orang itu dulu yang memulai obrolan dengan ku.

Tapi aku juga ngerasa kalo sama orang yang terdekat terutama keluarga, sifat pendiamku hilang. Jadi seolah-olah aku mempunyai dua kepribadian ganda di satu sisi pendiam di sisi lainnya nggak. Salah satu faktornya yaitu kenyamanan dan keakraban. Jika sifat pendiamku udah gak muncul berarti kamu udah akrab dan buat aku nyaman. Kalo dah nyaman jangan ditinggal ya hehe.... 

Yah, kalo gitu kamu gak asik dong orangnya. Emang, aku ngerasa juga gitu gak asik orangnya dan terkesan kaku juga cuek. Aku gak punya temen yang bener-bener deket dan akrab. Sebenanrnya aku juga iri sama mereka yang public speaking-nya jago. Gimana ya caranya biar bisa percaya diri ngomong di depan banyak orang dengan lancar, gak gugup layaknya motivator-motivator gitu. Minta sarannya ya teman-teman, biar aku jadi jago public speaking.

DIAM!!! DIAM!!! Reviewed by Dwi Yuli Wibowo on June 26, 2021 Rating: 5

No comments:

Pembaca yang baik tinggalkan komentar yang baik

Powered by Blogger.