Pengalaman Mencari Kerja sebagai Fresh Graduate

Di era saat ini dimana jumlah angkatan kerja yang begitu banyak mengharuskan kita untuk mampu bersaing agar mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan. Apalagi di masa pandemi seperti ini, merupakan suatu tantangan tersendiri bagi kamu fresh graduate untuk menemukan pekerjaan pertamanya. Sebelum mendapatkan pekerjaan pertamaku, aku sudah berulang kali mencoba dan gagal dalam melamar pekerjaan. Kali ini aku akan berbagi pengalamanku sebagai fresh graduate hingga bisa mendapatkan pekerjaan pertama. Inilah kisahku.

Aku dinyatakan lulus kuliah dari AMIK BSI Purwokerto pada tahun 2017 dan saat itu belum diwisuda dan belum ada Ijazah. Karena perkuliahan udah selesai dan cuma nunggu wisuda aja jadinya aku putuskan untuk berhijrah coba cari pekerjaan di Jakarta dengan bermodalkan Ijazah SMK dan Surat Keterangan Lulus dari kampus. Berangkatlah aku ke Jakarta pada bulan September 2017. Kesana kemari ngirim lamaran gak ada perusahaan yang ngerespon. Sampe begitu banyak uang yang sudah aku keluarin, pembuatan lamaran pun berakhir dengan sia-sia. Tetapi waktu itu aku masih beruntung, di Jakarta aku tinggal di tempat kerja orang tuaku, jadi untuk semua biaya hidup masih jadi tanggungan orang tuaku. Kalau aku sedang bosan kadang juga main ke kontrakan kakaku di Cibarusah, Bekasi. Di sana aku juga udah coba cari kerja tapi yah hasilnya zonk.

Setelah coba mendaftar dengan mengirim lamaran gagal dan gak ada respon, juga ngeluarin biaya yang gak sedikit pula. Aku pun mencoba untuk mendaftar secara online melalui aplikasi Jobstreet. Dari sinilah panggilan kerja pertamaku datang. Panggilan kerja itu berasal dari wedding organizer terkemuka di Tebet, Jakarta Selatan. Setelah mengikuti tes si HRD gak bilang bahwa aku diterima atau ditolak. Dia hanya menyatakan hasil tesnya akan diberitahukan kemudian melalui telepon. Ya udah akhirnya aku pulang begitu aja. Aku balik ke tempat orang tuaku di Menteng, Jakarta Pusat. Aku sih gak berharap banyak dari hasil interview ini. Kemungkinan ini juga merupakan cara halus dari HRD untuk menolak aku. Sebagian cerita terkait panggilan kerja dari wedding organizer ini udah pernah aku ceritain di postingan absurd berjudul "Aku Kembali! Tapi Gak Pernah Pamit."

Oke lanjut. Setelah daftar via aplikasi Jobstreet, panggilan demi panggilan untuk tes seleksi kerja banyak yang datang. Salah satunya dari perusahaan outsourcing yang beralamat di Gedung Graha BIP, Jakarta Selatan. Setelah mengikuti rangkaian tes yang panjang mulai dari tes wartegg, wawancara, tes kraepelin dan lagi-lagi hasilnya gak diumumin. Mereka cuma menyampaiakan akan menghubungi ketika hasil tesnya sesuai kriteria mereka. Aku ya hanya bisa pasrah, kalo memang takdir kerja disitu alhamdulillah dan kalo gak ya udah lupakan saja.

Aku pun browsing di Internet dan menemukan program magang bakti BCA yang sedang dibuka pendaftarannya. Aku segera daftar lowongan itu dan tibalah saat hari seleksi itu datang. Aku yang udah latihan tes kraepelin, baca-baca tips saat wawancara kerja merasa yakin dapat lolos kali ini. Tes pertama kali yaitu wawancara, aku lolos. Tes Kedua kurang tahu nama tesnya apa. Tesnya itu semacam sinonim antonim, kalimat-kalimat yang harus dinalar pake logika. Nah dites kedua ini aku pun lolos. Tes ketiga yaitu tes kraeplein yang menjadi batu sandungan ku, aku memang lemah dalam berhitung cepat. Padahal tinggal satu tes lagi. Yah ini memang masih bukan takdirku untuk bekerja di Bank.

Sudah lebih dari satu bulan aku belum juga dapet kerjaan di Jakarta. Tiba-tiba pada suatu malam HP-ku ada SMS masuk yang menyatakan aku dipanggil untuk mengikuti seleksi penerimaan karyawan di sebuah perusahaan optik. Perusahan ini mengaku bekerja sama dengan Disnaker di daerah asalku dalam merekrut para calon karyawannya. Yang buat aneh bagiku waktu itu kok bisa-bisanya aku dipanggil untuk ikut seleksi padahal gak pernah masukin lamaran. Oke aku coba tetep berpikir positif. Mungkin si perusahaan optik ini memang bener bekerja sama denga Disnaker, karena sebelum aku berangkat ke Jakarta aku pernah buat kartu pencari kerja. Jadi dari data itu mereka tau kalo aku statusnya sebagai Job Seeker. Tes seleksinya itu dilakukan 2 hari kedepan dan waktu itu posisiku masih di Jakarta.

Aku bimbang waktu itu, mau tetap di Jakarta atau pulang. Akhirnya aku memilih pulang keesokan harinya untuk mencoba seleksi pekerjaan itu. Waktu mau pulang aku dianter bapaku sampe Pasar Minggu dan ditunggui hingga naik ke dalam bus. Aku sampe di Banjarnegara jam 2 dini hari. Paginya aku dijadwalkan ikut seleksi pada jam 8 di Aula Disnaker Banjarnegara yang jaraknya hampir satu jam dari rumahku.

Kalo dilihat dari cara seleksinya menurutku kurang profesional dan mereka gak nyebutin pekerjaan seperti apa nantinya kalo udah diterima. Ini hanya pendapatku aja berdasarkan pengalaman selama mengikuti beberapa seleksi di Jakarta. Kebanyakan yang ikut seleksi itu anak-anak SMA/SMK yang baru lulus. Saat sesi wawancara pun mereka hanya menanyakan data diri kita yang sebenarnya sudah tertulis semua di formulir pendaftran. Setelah semua peserta diwawancarai, akhirnya hasil tes langsung diumumin saat itu juga. Hampir semua peserta lolos, waktu itu ada beberapa tapi jumlahnya lupa, kalo gak salah 2 orang yang dinyatakan gak lolos. Alasan mereka gak ngelolosin pun aku gak tau apa. Setelah itu peserta yang dinyatakan lolos diharapkan datang kembali untuk ikut seleksi tahap 2 di tempat yang sama. Setelah dipikir-pikir dan cari informasi tentang perusahaan optik tersebut aku merasa gak tertarik juga untuk kerja di tempat itu. Tes tahap 2 aku pun gak datang.

Aku mencoba mencari lowongan pekerjaan lainnya. Waktu itu aku dapat kabar dari temen katanya ada perusahaan wig atau rambut palsu asal Korea Selatan yang berada di Purbalingga sedang membuka lowongan untuk menjadi Staff Umum. Denger ada kabar begitu aku langsung coba daftar dong. Pendaftaran waktu itu dibuka setiap hari rabu dan sabtu. Aku langsung siapin lamaran dan datang ke perusahaan dimaksud pada hari sabtu. Kirain cuma naruh lamaran aja tapi ternyata walk in interview, untung pas nganter lamaran aku udah pake baju hitam putih.

Aku pun langsung diseleksi, diperiksalah berkas lamaranku dan diwawancarai layaknya seleksi kerja pada umumnya. Aku menyampaikan kepada HRD bahwa aku telah dinyatakan lulus kuliah tetapi belum diwisuda dan akan diwisuda pada bulan Desember 2017 juga Ijazah belum keluar. Pihak HRD pun mengerti dan memahami apa yang aku sampaikan. Setelah diwawancari oleh HRD yang orang Indonesia aku diketemukan dengan orang Korea. Oleh orang Korea ini aku cuma ditanya tentang nama, umur, jarak antara rumah dengan kantor perusahaan, pekerjaan orangtua dan ya cuma begitu. Lalu menurut orang Korea ini aku cocok dan dinyatakan diterima. Aku pun dapat mulai masuk kerja pada hari seninnya. Awal mendapatkan pekerjaan baru itu aku seneng banget dan antusias untuk segera mulai bekerja meskipun pekerjaan ini gak ada hubungannya sama jurusanku sewaktu kuliah.

Tibalah hari senin, 23 Oktober 2017 itulah hari pertama aku masuk kerja di pekerjaan pertamaku. Ketentuan perusahaan waktu itu aku disuruh memakai pakaian hitam putih selama 1 minggu awal dan disuruh menandatangani kontrak perjanjian kerja dengan masa percobaan selama 3 bulan dengan gaji yang belum penuh. Aku mencermati setiap kata demi kata dalam perjanjian kontrak itu sebelum akhirnya aku bersedia untuk menandatanganinya. Yang gak diduga ternyata orang yang meng-interviewku itu bakal menjadi rekan kerjaku juga dan orang Korea itu menjadi atasanku langsung. Aku ditempatkan di Departmen HRD & GA. Tugasku waktu itu mengurus seluruh dokumen perizinan perusahaan dan urusan-urusan umum dari perusahaan.

Setelah lebih dari sebulan bekerja tibalah waktu pelaksanaan wisudaku. Wisudaku dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2017 di Hotel Java Heritage Purwokerto. Kesalahanku saat itu gak ngingetin jauh-jauh hari sama atasanku untuk pengajuan izinnya. Entah kenapa aku baru ingat belum mengajukan izin gak masuk kerja besok saat aku udah di rumah. Aku pun telepon atasanku itu untuk meminta izin, setelah ada beberapa drama akhirnya aku diizinkan juga.

Saat itu aku berhasil memenuhi target yang aku tetapkan sendiri. Aku harus udah kerja sebelum wisuda. Inilah sesi pelantikan wisudaku saat itu yang diposting oleh salah satu temenku.



dan ini adalah sesi hiburan yang diisi oleh grup musik asal Yogyakarta NDX A.K.A.



Aku bekerja di perusahaan pembuatan wig sebagai HRD & GA selama 1 tahun 2 bulan, sebelum akhirnya memutuskan resign pada bulan Desember 2018 untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi untuk karirku kedepannya.

Itulah pengalamanku dari awal lulus kuliah hingga mendapatkan pekerjaan pertama. Bagi kamu yang fresh graduate dan sedang mengalami susahnya mencari pekerjaan, tulisanku ini mungkin dapat menginspirasimu untuk tetap berjuang. Penolakan dalam pekerjaan itu memang hal yang wajar dan itu merupakan bagian dari proses. Kita memang harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang di luar sana yang sedang mencari kerja. Apabila gak dapat kerjaan di tempat itu mungkin rejeki kita ada di tempat lain. Tunjukan semangatmu dan ketrampilanmu supaya perusahan-perusahaan dapat melihat potensimu. Intinya kita harus optimis seberapa sering kita ditolak atau pun gagal dapat dijadikan koreksi bagi diri sendiri.

Saran bagi fresh graduate lebih baik jangan terlalu memilih-milih pekerjaan tetapi kamu juga harus tetap selektif dalam memilihnya. Pekerjaan pertamamu juga akan menentukan langkah selanjutnya dalam karirmu. Selamat datang di dunia kerja bagi teman-teman fresh garduate. Salam Jobseekers.
Pengalaman Mencari Kerja sebagai Fresh Graduate Pengalaman Mencari Kerja sebagai Fresh Graduate Reviewed by Dwi Yuli Wibowo on May 12, 2020 Rating: 5

1 comment:

  1. Depo 20ribu bisa menang puluhan juta rupiah
    mampir di website ternama I O N Q Q.ME
    paling diminati di Indonesia, ::))
    di sini kami menyediakan 9 permainan dalam 1 aplikasi
    ~bandar poker
    ~bandar-Q
    ~domino99
    ~poker
    ~bandar66
    ~sakong
    ~aduQ
    ~capsa susun
    ~perang baccarat (new game)
    segera daftar dan bergabung bersama kami.Smile :d
    Whatshapp : +85515373217 :* (f)

    ReplyDelete

Pembaca yang baik tinggalkan komentar yang baik

Powered by Blogger.